Beberapa menit berlalu dan Gendis sudah berusaha untuk memejamkan mata juga berdamai dengan mimpi indah. Namun menit yang telah dia lewati tidak membuat Gendis bisa benar-benar tidur dengan lelap. Seharusnya efek minum obat adalah mengantuk, tetapi tidak dengan Gendis. Pikirannya kembali terpecah saat Glen menyinggung masalah anak. Walaupun dia sempat terharu dan tersenyum pada Glen, otak Gendis tidaklah benar-benar sedang percaya juga membuka hati pada Glen sepenuhnya. Bukan tentang perhatian dan kebaikan Glen yang baru saja dia rasakan, tetapi ini tentang seorang anak. Entah kenapa tiba-tiba isi kepala Gendis berdatangan hal-hal yang seharusnya tidak ada. "Tuan … em, aku nggak bisa tidur. Sepertinya karena aku udah tidur terlalu lama tadi," kata Gendis seraya membuka mata menoleh mena

