Aku dan bang Shaka tak bisa berhenti tertawa karena membahas pria yang bernama Dava itu. Pria yang menurutku memiliki penuh selera humor yang luar biasa. Saking luar biasanya bahkan sampai ambyar, hahaha. Perutku rasanya sakit karena terlalu banyak ketawa. Hhh, pasti banyak juga reader's setia yang ketawa ngakak dengan segala tingkah pola pria yang bernama Dava itu. "Haduh, sudah bang jangan bahas bang Dava terus. Perutku sampai sakit karena terlalu banyak ketawa." kataku agar bang Shaka berhenti menceritakan Dava. "Iya, lagian juga tak banyak yang ku ketahui tentang dia. Hanya saja Airaa pernah bercerita sedikit mengenai Dava." sahut bang Shaka setelah tawanya reda. "Mbak Airaa pasti ketawa mulu ya bang." "Tidak juga, dia bilang malah banyak kesalnya ngelihat tingkah si Dava yang te

