50.

1039 Kata

Samar-samar aku mencium aroma minyak angin yang melekat di sekitar hidungku. Wanginya sangat enak, dengan sangat perlahan ku buka kelopak mataku. Tersentak kaget saat aku membuka mata dan langsung melihat ketiga wajah orang tersayang yang menatapku penuh kecemasan. "Syukurlah akhirnya kamu sudah sadar dari pingsanmu, nak." lega ibu dan ayahku secara bersamaan mengelus dadanya. Bang Shaka sendiri mengulum senyum manisnya, wajah panik penuh khawatir ketiganya pun perlahan berangsur hilang dan berganti dengan perasaan lega. "Aku pingsan?" tanyaku tak percaya menunjuk diriku sendiri. Ayah, ibu, dan bang Shaka menganggukkan kepalanya. Aku mengernyit heran kenapa bisa aku sampai pingsan. Terakhir kali aku ingat ketika aku dan bang Shaka tengah berbicara, bang Shaka mengatakan jika ia mencin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN