Aku berdeham sebentar sebelum menjalankan aksiku sesuai rencana yang sudah di katakan Rasty lewat sambungan telepon tadi. Ku lirik Dasta yang masih asyik dengan kegiatannya, bahkan sekarang istri kecilku kini membaringkan badannya memunggungi diriku, dan asyik dengan ponsel beserta headset yang masih setia bertengger di kedua telinganya. Rasty bilang, jika istri yang tengah ngambek merajuk itu harus dilawan dengan sikap yang gentleman dan romantis. Hmm, aku berpikir keras, romantis dan gentleman ya? Perlahan aku melangkahkan kakiku dan naik ke atas ranjang, membaringkan tubuhku disisi Dasta yang masih memunggungiku. Ku beranikan diri dengan mengulurkan tanganku memeluknya dari samping, melingkari pinggang ramping dan perut ratanya. Hhh, rasanya sangat nyaman sekali. Tubuh Dasta sangat

