44.

1290 Kata

Dasta selesai mandi dan keluar dari kamar, tubuhnya tampak lebih segar dengan rambut yang basah sehabis keramas. Sakit di area bawah tubuhnya masih sangat terasa tapi sedikit berkurang setelah mandi tadi. "Kemana bang Shaka?" gumam Dasta bertanya-tanya kemana gerangan suaminya kini, ia sama sekali tak melihat Shaka di kamar. Dasta melangkah perlahan ingin keluar, rasanya sangat malu melihat cara berjalannya yang tampak sangat aneh tidak seperti biasanya. Kira-kira, ibu dan ayah memperhatikan cara berjalanku tidak ya? batin Dasta gugup. Dasta ragu antara ingin keluar atau tidak, tapi jika ia tetap memilih di kamar saja akan menimbulkan kecurigaan bagi ibunya. Dasta mengurungkan niatnya untuk keluar, ia lebih memilih menyibukkan diri memasukkan pakaian kotor miliknya dan milik Shaka ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN