20.

768 Kata

Dasta mengerjapkan kedua matanya dengan sangat perlahan, menyesuaikan penglihatannya menatap ruangan bernuansa serba putih. Hampir dua minggu tak sadarkan diri membuat Dasta jadi bingung. Apakah aku sudah berada di surga? batin Dasta bertanya-tanya. Dasta melirik dengan sangat pelan ke segala arah, bau obat-obatan tercium jelas oleh indera penciumannya. Dasta berusaha bangkit dari rebahannya namun gagal. rasa pusing di kepalanya begitu terasa saat ia menggerakkan tubuhnya yang juga sangat terasa pegal dan kebas. Terutama di bagian lengan kirinya, Dasta melihat tangannya yang di pasang infus. Sedetik kemudian ia menyadari jika saat ini dirinya sedang berada di rumah sakit. Ia masih hidup, dan saat itulah Dasta mendesah kecewa. Kenapa Tuhan masih tetap membiarkannya hidup? Kenapa Tuhan t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN