Shaka menatap bingung wajah mamanya yang kini menatap tajam dirinya. Sebisa mungkin Shaka menampilkan senyumnya yang tampak sangat terpaksa. Kondisi Dasta benar-benar menguras rasa kepanikan dan perhatiannya. Barusan saja bu Marwa menarik tubuh Shaka ke tempat yang agak sepi di rumah sakit ini. Sebut saja mereka berdua kini tengah berada di taman belakang rumah sakit. "Ada apa ma?" tanya Shaka polos. "Apa yang telah kau lakukan pada Dasta?!" tanya bu Marwa sembari melototkan kedua matanya. Wajah Shaka menegang dengan air muka yang sudah sangat pucat pasih. Kenapa dengan sangat tiba-tiba ibunya bertanya seperti ini. "Katakan pada mama nak, apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang telah kau perbuat pada Dasta sehingga wanita itu meminta cerai darimu." "Apa? Cerai?" ulang Shaka mendelikka

