22.

608 Kata

Dasta tak mau melihat ke arah Shaka yang kini tengah menatapnya, Dasta lebih memilih memejamkan matanya. Pura-pura seolah ia tengah tertidur lelap. "Sampai kapan kau tetap berpura-pura tidur seperti itu?" tanya Shaka sengit. Dasta tak bergeming, tak mempedulikan pertanyaan menyindir dari Shaka untuknya. Shaka yang geram melihat Dasta pun perlahan berjalan mendekati ranjangnya. Ketika sudah mendekat Shaka merundukkan badannya lebih condong ke wajah Dasta. Mengamati wajah istrinya seksama, kedua bola mata Dasta sesekali bergerak menandakan jika wanita itu tak benar-benar tertidur. "Akting yang buruk." ejek Shaka tertawa meremehkan. "Buka matamu! Aku tahu kau sedang tidak tertidur saat ini." Mau tak mau Dasta membuka perlahan kelopak matanya hingga terbuka sempurna. Wajah Shaka lah yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN