Aku memacu kecepatan mobilku seperti kesetanan, rasanya sudah tidak sabar untuk segera sampai ke tempat tujuan yang di usulkan Dasta. Istriku tadi menolak untuk melakukan itu di hotel, lalu dengan sangat menggodanya membisikan sesuatu yang membuatku langsung setuju. Tanpa pikir panjang lagi langsung saja aku bergegas pergi menuju tempat yang akan membawa kami berdua melayang. Sangking senang dan tak sabarannya pun aku melupakan segala kesedihanku, Dasta mengerti dan mampu membuatku kembali ceria. Terlebih lagi Dasta mampu membangkitkan gairahku yang sangat tinggi, hanya butuh sedikit sentilan maka aku pun langsung terpancing dan menginginkannya. Menginginkan dirinya berada di dalam diriku dalam penyatuan yang indah. Katakanlah mulutku jorok, kotor penuh perkataan m***m dan vulgar. Haha,

