Dinda duduk di pinggiran ranjang dengan tatapan cemasnya yang terfokus pada lantai. Kamar itu diterangi oleh cahaya lembut lampu tidur yang memancar dari sudut ruangan, menciptakan suasana hangat yang kontras dengan ketegangan yang dirasakannya. Sementara itu, Arkhan berdiri di depannya, menatapnya dengan lembut, mencoba meredakan kecemasan yang terpancar dari wajah Dinda. “Dinda, apakah kamu baik-baik saja?” tanya Arkhan dengan suara lembut. Dinda mengangguk pelan tanpa mengangkat wajahnya. Hatinya berdebar keras, menciptakan keheningan yang terasa tegang di antara mereka berdua. Arkhan mendekati Dinda perlahan. Dinda mengangkat pandangannya sedikit, matanya memandang ke arah Arkhan, namun masih dipenuhi dengan keraguan. “Eh, mau apa, Kak?” tanya Dinda saat Arkhan semakin mendekati D

