bc

Dinikahi Duda, Cinta Pertamaku

book_age18+
366
IKUTI
4.4K
BACA
family
HE
age gap
arranged marriage
heir/heiress
sweet
mystery
bold
loser
like
intro-logo
Uraian

“Kak Arkhan!” teriaknya dengan senyum lebar. Mata Arkhan mendelik mendengar namanya di sebut gadis tersebut. “Ka-kamu, tahu namaku? Apa, kita pernah ketemu?” tanya Arkhan heran.

“Udah lupa ya? Ini aku, coba ingat-ingat!” Dinda tersenyum lebar sembari mendekatkan wajahnya, berharap laki-laki alim bernama Arkhan memandangnya. Namun, tentu saja itu tidak terjadi. Arkhan, tidak akan memandangi wanita yang bukan haknya.

“Sudah kuduga. Kak Arkhan, masih sama seperti dulu. Nih aku kasih tahu, namaku Dinda. Aku, adiknya Kak Bima. Ingat nggak?” Dinda tersenyum. Spontan Arkhan mengerem mobilnya mendadak, karena terkejut. “Aduh, kenapa ketemu gadis berani ini lagi?” umpatnya dalam hati, dengan mata terbelalak.

Arkhan Prasetyo memutuskan menikahi Dinda Wijaya karena wasiat Bima, sahabatnya yang telah meninggal. Di dalam surat terakhirnya, Bima meminta agar Arkhan menjaga Dinda, adiknya. Namun, pantang bagi Arkhan selalu bersama wanita yang bukan haknya. Sehingga karena wasiat itulah, Arkhan melamar Dinda. Bagi Dinda, Arkhan adalah cinta pertamanya dan tidak ada alasan untuk menolaknya.

Arkhan dan Dinda menikah. Seiring kebersamaan, Arkhan jatuh cinta. Namun, kehidupan cinta mereka tidak berjalan mulus. Perbedaan kebiasaan menjadi pemicu pertengkaran, ditambah lagi dengan terbongkarnya rahasia besar keluarga Dinda. Apakah desakan keluarga Arkhan bisa membuat Arkhan tetap mempertahankan Dinda?

chap-preview
Pratinjau gratis
Prolog
“Kak, mau nggak jadi pacar aku? Aku suka banget sama, Kakak. Gimana? Jadi, kita pacaran?” ucap seorang gadis memakai seragam putih biru. Dia adalah Dinda, gadis remaja berumur 13 tahun. Dinda memasang senyuman termanis, saat menyatakan perasaannya kepada Arkhan. Seorang mahasiswa tingkat akhir dengan wajah tampan berumur 21 tahun. Tatapannya yang teduh menyejukkan, membuat Dinda jatuh cinta. Arkhan Prasetyo adalah sahabat Bima, kakaknya Dinda. Arkhan, laki-laki yang taat beribadah dan berpenampilan agamis itu terkejut, saat mendapat serangan pernyataan cinta dari gadis kecil tanpa malu-malu. “Kok, malah ngeliatin begitu? Kita, jadi pacaran ‘kan?” tanyanya lagi, mendesak jawaban dari Arkhan. Perbedaan umur mereka terpaut cukup jauh. “Dinda, kamu masih kecil. Lebih baik pikirkan sekolah dulu. Belajar yang benar, jangan memikirkan hal-hal yang akan merusakmu. Pacaran itu dilarang agama,” sahut Arkhan menasehati, dengan suara lembut. Dinda mengerucutkan bibirnya. “Jadi, Kakak nggak mau pacaran? Kalau begitu, kita nikah saja!” desaknya dengan penuh keyakinan. Ucapannya tentu saja tanpa dipikirkan. Hembusan nafas keluar dari mulut Arkhan, dia hanya tersenyum. Lalu, meninggalkan Dinda yang masih menunggu jawaban. “Kak Arkhan! Jangan jadi laki-laki pengecut, cepat jawab. Apakah Kakak juga menyukaiku?” teriak Dinda tanpa malu. Teriakan Dinda saat itu, membuat Bima keluar dari kamar. Matanya melotot mengisyaratkan kepada adiknya untuk menghentikan kekonyolan mengganggu sahabatnya. Saat itu, Dinda menurut. Dia tidak lagi mendesak jawaban Arkhan. Namun, dia tidak menyangka, kalau hari itu adalah pertemuan terakhirnya dengan Arkhan. Sejak pengakuan pernyataan cintanya, Arkhan tidak pernah muncul lagi. Dinda yang selalu menunggunya sangat kecewa.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Jodohku Dosen Galak

read
31.0K
bc

Pacar Pura-pura Bu Dokter

read
3.1K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
51.2K
bc

Kusangka Sopir, Rupanya CEO

read
35.7K
bc

Takdir Tak Bisa Dipilih

read
10.2K
bc

Desahan Sang Biduan

read
1K
bc

Silakan Menikah Lagi, Mas!

read
13.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook