Waktu weekend akhirnya datang lagi, kita berdua masih bergelung di kasur, efek mood swingmu yang masih terasa. Aku sih nurut aja daripada kamu mellow gak jelas. Kamu asyik membaca buku sambil telentang di kasur dengan pakaian seadanya. Dan aku juga di paksa tidak pakai baju. Hanya kamu perbolehkan pakai celana pendek. Hadeh kebayangkan tersiksanya aku?. Udah kamu cuma pakai baju kaosku dan celana dalam. Ampun kamu mah Non, dadamu, bokongmu, belum kaki panjangmu jadi pemandangan beberapa hari belakangan. Jadi seperti kembali ke zaman SMA yang cuma bisa di lihat tapi ga bisa di pegang. Persis paha ayam kentucky yang di kacain. Aku jadi mengajakmu ke keluar, supaya aku tidak lebih lama tersiksa karena kenceng terus tidak ada pelepasan. "Yang keluar yuk!" ajakku mengusap pahamu pelan. "Kema

