146. Melepas Rindu

2520 Kata

Saat tiba waktunya pulang, aku antusias sekali pulang dan memberikan kamu kejutan. Aku jadi gak bilang soal kepulanganku yang lebih cepat. Omen juga mengeluh kangan Mia dan Timmy, itu yang membuat kami buru buru menyelesaikan urusan pekerjaan kami lalu pulang ke Jakarta. "Pisah di sini aja No!" kata Omen begitu kami sampai bandara. Aku mengangguk. "Elo langsung pulangkan?" tanya Omen. "Gue ke kantor bentar, ada urusan bokap yang mesti gue tanda tangan" jelasku. "Okey..gue naik taksi duluan ya!" pamitnya membuka pintu taksi. "Salam buat Mia sama Timmy bro!" jeritku saat Omen menutup pintu dan dia mengangguk. Aku juga langsung menjegat taksi, karena tidak ada yang jemput aku. Aku menelpon Mia sekertarisku menanyakan berkas papaku yang mesti aku tanda tangani sampai kamu mengirim foto.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN