"Pagi Mi!" sapaku begitu sampai kantor dan selesai mengantarmu ke kantormu. "Siang kali pak!" goda Mia sambil bangkit. Aku tertawa. "Jam saya pagi!" jawabku. Mia senyam senyum. "Kenapa?" tanyaku. "Habis di apain ibu pak?" tanyanya cengar cengir. "Di apain ibu?, istri saya maksud kamu?" tanyaku bingung. Mia mengangguk masih tersenyum. "Itu muka bapak belepotan lipstik" kata Mia. Aku terbelalak lalu tertawa. "Dasar dia tuh ga boleh liat saya ganteng!, minjam kaca Mi!" pintaku mendekat. Mia buru buru menyerahkan kaca kecil sekalian tempat bedak padatnya. Aku bercermin lalu ngakak melihat wajahku penuh lipstick. "Astaga muka saya di perkosa" keluhku. Mia ngakak sambil menyerahkan tissu. Aku menglap wajahku. "Pantes dari loby tadi pada senyam senyum. Untung kamu berani ledek saya

