Lalu pesta pernikahan kita berlanjut dalam suasana akrab dan santai. Aku sempat melepasmu, karena menyapa tamu tamuku. Bukan aku tidak suka mengajakmu berkeliling menyapa mereka, toh mereka sudah tau kamu istriku, setelah menyalami kita di pelaminan. Aku melepasmu, supaya kamu tidak cape karena aku harus berkeliling. "Pah urus wartawan tuh di depan!" pintaku menghampiri papaku, karena papamu bilang ada sekumpulan wartawan. "Kok papa?, kamu aja, yang nikah kamu kok!" tolak papaku. "Aku ga suka!, papa aja, ngomong apa kek, aku mau urus mantu papa, dia kalo udah serius ngobrol suka lupa makan!, ayo sih pah, nanti mantu papa sakit!" kataku. Papaku mendengus kesal. "Ga berhenti berhenti nyusahin orangtua" keluhnya bangkit. "Sayang papa!!" ledekku. Genk papa dan mamaku tertawa. "Urus ist

