"Mah!" desisku pelan dan berhadapan dengan mamaku. "Kaget kamu?, mana Noni??" tanya mamaku galak. Aku menghela nafas. "Kabur mah!" kataku sambil menghempaskan tubuhku ke sofa. "Kamu ga bisa ya ga bikin masalah?, astaga!!, kamu nikah hari minggu!, calon mertuamu jerit jerit minta anaknya di antar ke Bandung, sampai mama inisiatif antar dia, karena takut kamu sibuk!, sekarang malah ga ada!. Kemana dia?" omel mamaku. "Kalo aku tau!, mana mungkin aku ga bawa pulang!" kataku kesal. "Kamu sih, bukan sabar kalo mau ajak dia berantem, malah berantem di saat ga tepat!" omel mamaku lagi. "Ya aku salah!!" kataku menyerah. Tidak minat cari tau juga, mama tau karena aduan Gladis atau bibi. "Ya sudah ngapain kamu masih di sini!, cari cepat!!" perintah mamaku galak. "Iya mah!!, ga usah marah ma

