#28. Larangan

1438 Kata

Suara gamelan menyambut telinga Nawala setelah raganya mewujud tak jauh dari balai agung. Langgam jawa bernuansa kesedihan mengalun syahdu. Irama music itu menarik perhatian Nawala. Dia memutar pandang ke sekitar area tempatnya berdiri. Terdapat banyak abdi dalem berkumpul di sekitar pendopo. Mereka mengenakan beskap hitam dan jarik bermotif senada. Beberapa tampak sedang bercengkrama. Ada pula yang sibuk menyiapkan tenda. Nawala terpaku sesaat, Ketika ekor matanya menangkap kibaran bendera putih di gerbang istana. Kain yang digunakan sebagai simbol duka bagi kalangan manusia itu terikat pada sebilah bambu. Alis Nawala menukik. Dia lalu menjelma menjadi gagak. Dia kebaskan sayap, lalu terbang, dan hinggap di dahan pohon. Di bawahnya, dua abdi dalem sedang mengobrol. “Kalau aku, sih, mil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN