Kusuma tidak mengerti, kenapa hatinya masih saja terasa sakit? Itukah karma atas cinta terlarangnya? Dia berusaha menjernihkan hati berulang kali dengan semedi. Namun, entah mengapa perasaan itu seakan - akan tidak bisa dihapus dari hatinya. Kian kuat keinginan Kusuma, kian besar rindu yang dirasa. "Putri." Suara yang amat dia kenal melesat ke telinga. Sontak Kusuma membuka mata. Dia telusuri asal suara di sekitar tempatnya bersemedi. Dilihatnya Nawala mewujud di sudut ruang. "Nawala," sapanya penuh haru. Dua tahun lamanya mereka tidak bersua. Untuk pertama kalinya di sepanjang masa tahanan, Kusuma kedatangan seseorang yang dikenal dan selalu menemaninya setiap waktu. Dia tersenyum lebar. Matanya berbinar. Kusuma berlari, menghamburkan pelukan ke tubuh lelaki itu. DIa mencium wewangian

