Nawala bersandar di saka tak jauh dari meja perjamuan. Kedua tangannya bersedekap. Matanya memejam. Dalam diam dia mencari ketenangan untuk batinnya sendiri. Sudah sepuluh hari sejak kepergian Putri Kusuma, bukannya kabar tentang kepulangan wanita itu yang diterima dayang istana kaputren, melainkan kabar pernikahan sang Ratu dengan Yang Terpilih. Lalu dia berpikir, di mana Putri Kusuma sekarang? Keberadaan Narendra pun tidak ada seorang pun yang tahu. Mungkinkah mereka sengaja menutup semua informasi itu dari istana kaputren? Ketidakmampuannya mencium keberadaan sang Putri dan pernikahan itu serta merta membuat Nawala curiga. Jika bukan terkurung dalam bui, kemungkinan terburuk yang menimpa Kusuma ialah kematian. Seketika pikirannya kacau setiap kali asumsi itu melintas di benaknya. Urat

