Dari balik jeruji, Kusuma mendengar berita pernikahan Putra dan Ratu Kidul. Obrolan para prajurit penjaga tempat itu tentan pesta yang saat ini sedang digelar, seketika menyayat hatinya. Dia tidak menyangka kalau cinta bisa membuatnya sehancur itu. Membayangkan Putra bersanding dengan sang Ratu di singgasana, dikelilingi pernak - pernik nan kemilau dan wewangian yang merebak ke segala penjuru. Duduk berdampingan menyanksikan tarian para dayang diiringi suara gamelan. Ah, iramanya bahkan sampai ke telingannya sekarang. Bunyi gendang dan berbagai alat music yang dulu dikaguminya, kini terdengar memekakkan telinga. Kusuma memiringkan badannya menghadap ke dinding using, seraya menutup rapat - rapat indra pendengarnya, sementara air mata berlinang tiada henti, membasahi pipinya yang kian tiru

