#31. Permintaan Besar

1430 Kata

Maung mewujud di antara dua pohon jati berusia ratusan tahun. Suara tawa sesekali terdengar darinya, memecah keheningan malam itu. “Narendra, sahabatku. Sudahi pertapaanmu! Ayo kita berpesta!” ucapnya sedikit merancu. “Mau sampai kapan kamu bersemedi di sana? Para wanita sedang menunggu kita,” oceh Maung lagi. Dia berjalan sempoyongan sambil meneguk sebotol tuak yang tergenggam di tangan kanannya. Aroma minuman keras menguar dari tubuh lelaki itu. Tercampur dengan bau asap rokok yang masih menempel di pakaiannya. “Suwe ora jamu. Jamu godong telo. Suwe ora ketemu. Ketemu pisan ojo nggawe gelo.” Nyanyain itu mengalun asik dari mulut Maung, disusul tawa riang. Seolah – olah hutan itu milik pribadi. Tibalah dia di tempat pertapaan Narendra. Malam yang begitu pekat membuat pengelihatan Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN