Kejutan Tuhan

2869 Kata

“Tapi kayaknya kalau makan rujak enak loh, Sayang,” ucap Dhika santai, matanya berbinar nakal ketika sepotong sushi nyaris masuk ke mulutnya. Kaluna langsung melotot, sumpit di tangannya berhenti di udara. “Astaga, Dhika… kamu tuh ya! Baru aja pingsan barusan gara-gara mual, sekarang masih sempat-sempatnya minta rujak? Mau aku tempelin sambal sekalian?” Nadanya setengah kesal, setengah cemas, tangan kirinya refleks merapikan selimut yang menutupi tubuh sang suami. Dhika terkekeh pelan, menerima sushi itu dengan lahap seakan tak terjadi apa-apa. “Tapi serius, Sayang, kalau rujak tuh segar. Lidahku yang aneh ini pasti sembuh.” Kaluna mendesah panjang, menepuk keningnya sendiri. “Enggak ada yang aneh sama lidah kamu. Yang aneh itu suamiku, yang bisa pingsan cuma gara-gara nyium aroma match

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN