Hari yang Besar

2423 Kata

“Kenapa banyak sekali makanan di sini? Pesta pertunangannya di gedung, bukan di mansion, bukan?” tanya Marcel ketika baru saja melangkah masuk melewati pintu utama mansion Montegard. Jas abunya masih terlipat rapi di tubuh, dasi sedikit longgar, wajahnya lelah seusai seharian bekerja tapi langkahnya terhenti melihat para pelayan lalu-lalang membawa nampan penuh makanan, gelas kristal, dan vas-vas bunga segar. Seorang pria paruh baya berambut perak, tubuh tegap meski wajahnya sudah dihiasi garis usia, segera menghampiri. Dialah kepala pelayan yang sudah puluhan tahun mengabdi di keluarga itu. Namanya Henri Beaumont, sosok yang semua orang hormati di mansion. “Bonsoir, Monsieur Marcel. Persiapan ini bukan untuk pesta pertunangan. Nona Kaluna… beliau hamil. Jadi malam ini, Tuan Besar ingin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN