Pembayaran Hutang

2091 Kata

Kaluna menghela napas berkali-kali, hutang adalah hutang, janji adalah janji. Ia tidak bisa menepati sebagian lalu mengingkari sebagian yang lain. Sejak awal, ia tahu suaminya bukan tipe yang pandai bersabar, dan kali ini ia memang sudah kalah dalam permainan mereka. Jadi ia pasrah. Setelah menyelesaikan pekerjaannya sore itu, Kaluna dijemput sopir keluarga yang dengan sopan menunduk dan membuka pintu mobil. “Tuan minta saya mengantarkan anda, Non.” “Iya, Pak.” Dhika masih terjebak dalam rapat panjang, tapi ia sudah mengatur semuanya mulai dari perjalanan, reservasi, bahkan detail kecil yang tidak pernah terpikir oleh Kaluna. Sepanjang jalan, Kaluna hanya duduk manis, jantungnya berdegup tak menentu. Ia tak ingin mengakuinya, tapi bagian dalam dirinya mulai merasakan getaran aneh, antar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN