Hari demi hari kedekatan Vita dan Rangga berkembang dengan cara yang begitu alami, seolah waktu belasan tahun yang memisahkan mereka tak pernah benar-benar ada. Nostalgia masa kecil menjadi jembatan yang membuat mereka cepat akrab kembali, dari cerita tentang berlari-larian di lapangan SD, hingga kenangan pahit ketika harus berpisah karena Rangga ikut ayahnya pindah ke kota. Ada rasa hangat setiap kali mereka membahas detail kecil yang hanya dimengerti oleh dua orang yang pernah tumbuh di tempat yang sama. Perlahan, kebersamaan itu bukan lagi sekadar bernostalgia, melainkan menjadi ruang aman untuk membuka sisi rapuh yang jarang mereka tunjukkan pada orang lain. Rangga, dengan nada tenang namun jujur, mengaku pada Vita tentang pertunangannya yang gagal tiga tahun lalu. Tunangannya saat it

