Dear Rajata, apa kamu tau kalau senyummu itu menular menjadi bahagiaku. Sangat sederhana untuk bahagia bersamamu
____
Bel keluar main baru saja berbunyi, Mentari segera merapikan bukunya lalu menatap Wanda
"Kantin yuk" ajak Mentari
"Ga bisa, gue harus nyerahin laporan dana olimpiade ke kak Bara" balas Wanda menyesal
Mentari menghela nafasnya sebal"Val, Nay ke kantin kan lo?"
"Ga bisa, Val yang bahenol mau ketemu gebetan. Ajak si Nay aja dijamin bisa. Nay kan jomblo" Naya menggelembungkan pipinya kesal
"Yaudah ah, ayo Nay" Mentari menarik lengan Naya keluar dari kelas, kedua gadis itu menunduk lesu
"Cari gebetan yang mirip Camerron dimana Tar?" celetuk Naya pelan
"Di perapatan ciamis banyak Nay" balas Mentari asal
"Seandainya aja emang di perapatan ciamis banyak. Gue gak akan menjomblo selama dua tahun ini Tar"
"Lo sih, nyarinya yang kayak Camerron kalau gak yang mirip Camerron yang mirip Ji Chang Wook. Sadar atuhh Nay. Lagian kenapa lo gak terima kak Deril aja. Dia baik kok Nay" Mentari tampak tak mengerti lagi dengan sahabatnya itu, dua tahun menjomblo entah karena alasan apa. Naya tak pernah mau cerita
"Gue belum pernah cerita ya sama kalian" Naya dan Mentari duduk di salah satu meja kantin, setelah memesan dua mangkuk bakso dan es teh manis
"Cerita apa sih Nay, lo itu paling tertutup kalau masalah urusan hati"
Naya tersenyum tipis"gue...dan Ipong itu pernah pacaran"bisik Naya pelan
Mata Mentari membulat sempurna"Ipong temennya Raja?"tanya Mentari berbisik
Naya mengangguk"gue sebenarnya masih sayang banget sama dia. Cuma, dia salah paham sama gue"
"Nay Nay, makanya cerita dong sama kita. Kita tau lo pernah pacaran sama Ipong aja engga. Ini tiba-tiba lo bilang pernah. Pokoknya ceritain Nay....mungkin gue bisa bantu"
Naya menghela nafasnya pelan, lalu tersenyum pada Mentari"kita tuh pacarannya satu tahun. Gue kanal dia waktu MOS. Dia yang bantuin ngobatin luka gue waktu gue gak sengaja jatuh pas dihukum senior. Lo tau, dia baik banget"Naya tersenyum miris
Mentari menatap kasihan pada Naya, suara ribut-ribut menghentikan kegiatan Mentari dan Naya yang mengaduk-aduk bakso di hadapannya
Disana ada Raja, Ipong, Jefri dan Leo tengah tertawa tak jelas, Mentari melihat pandangan Naya pada Ipong yang langsung meneduh, Naya menunduk kaku saat pandangan Ipong dan Naya bertemu, namun Ipong seolah tak ada apapun ia malah seperti tak mengenal Naya, entah kenapa Mentari jadi kesal dengan tingkah kedua sejoli itu
"Nanti, lo nginep di rumah gue. Titik!" Mentari menatap lurus kearah Naya
Ipong menghela nafasnya pelan"yaelah baperan banget jadi cowok. Kalau masih sayang tuh bilang masih Pong"ejek Leo
"Diem lo kutu loncat!" ketus Ipong
"Tau lo Pong, Naya diembat aja baru sakit berdarah-darah lo" ujar Jefri mengejek
"Ja, lo gak mau makan bareng ibu negara tuh" Ipong tampak mengalihkan pembicaraan
"Gak, gue kesini mau makan, bukan pacaran"Raja meminum jus melonnya tenang
"duelih nih orang berdua. Gapapa kali Ja. Samperin aja"Jefri kembali menggoda menaik turunkan alisnya
"Gak Jef" balas Raja jengah, ada satu hal yang membuat mood Raja tak baik hari ini, dan itu adalah masalah yang Raja dan sahabat baiknya yang tau. Ipong.
Urusannya tadi malam membuat dirinya sedikit senang sekaligus marah. Miko, musuh bebuyutannya berani -beraninya membuat amarah Raja menguap, tak ada yang tau kalau Raja adalah King nya balapan liar, tak ada yang tau kalau Raja merokok. Dan tak ada yang tau siapa Raja sebenarnya. Oleh sebab itu pria itu misterius.
"Raja kok cuek bebek gitu sama lo Tar?" bisik Naya heran, saat melihat Raja tak melirik Mentari barang sekilas saja
"Mungkin dia ga liat gue" balas Mentari asal, ia juga kesal saat Raja tak melirik bahkan menyapanya. Pria itu malah seperti orang tak kenal
Naya tertawa kencang saat melihat wajah bete Mentari"Nay, please ketawa lo mengundang para lalat masuk tau"semakin kesal rasanya saat Naya mentertawakan Mentari
Naya dengan kuat menjitak kepala Mentari, membuat Mentari mengaduh kesakitan"lo itu bukan butiran debu yang ga bisa dilihat oleh mata telanjang Tar, jelas Raja lihat lo"balas Naya dengan sebal
"Ya biarin Nay, mungkin dia emang ga mau nyamperin gue"
"Kenapa ga lo aja yang nyamperin dia?" usul Naya
Mentari memutar bola matanya malas"gue ga tau mau ngomong apa?"balas Mentari setengah berbisik
"Minta anter pulang. Lo ke sekolah naik angkot kan?"
Mentari mengangguk, Mentari memang naik angkot pagi itu, karena biasanya Mentari akan diantar Farah, tapi karena Farah ada survei untuk skripsi. Jadilah Mentari ke sekolah sendiri
"Tapi temenin" ujar Mentari menunjuk wajah Naya
"Ga. Disana ada Ipong" balas Naya cepat
"Katanya suruh nyamperin"
"Bodo. Mending ga usah" ketus Naya
"Tapi gue kangen"
Naya langsung memutar bola matanya malas, gadis itu memperagakan ekspresi ingin muntah"ihhh geli tau Tar"
"Yaudah. Gue samperin sendiri aja" balas Mentari pasrah
Langkah Mentari sangat pelan, ia malu untuk menghampiri Raja duluan
"Pstt...ibu negara kayaknya mau nyamperin Raja" Jafri menaik turunkan alisnya
Raja hanya diam, ia tak mendongak sedikitpun, moodnya benar-benar hancur, hanya karena satu orang yang bernama Miko!
"Eh Tari, duduk Tar. Mau ngobrol sama gue ya?" Leo si playboy mulai mengeluarkan jurusnya bahkan pada Mentari yang notaben pacarnya Raja
"Mmm..mau ngomong sama Raja" balas Mentari dengan meringis. Ia malu, bagaimanapun Mentari itu cewek yang harusnya tidak menghampiri cowok duluan
Ipong menepuk tangannya keras"oke ibu negara, kita berikan kalian berdua waktu"dengan gerakan matanya Ipong mengusir Jefri dan Leo
Hingga sekarang, hanya Mentari yang duduk berdua dengan Raja, sementara Ipong, Jefri dan Leo sudah pindah ke meja lain
Raja mengangkat kepalanya lalu menatap lurus Mentari"ngomong apa Tar?"
Jujur Mentari merasa menjadi teman Raja saat pria itu hanya memanggilnya dengan nama, atau masih manggil lo-gue
"Mmm lo...bisa anter gue pulang gak Ja?"
"Ga bisa. Ada perlu sama temen" balas Raja santai
Jujur Mentari kecewa. Tapi tak akan Mentari permasalahkan hal sekecil itu
Mentari langsung memasang senyum manisnya"yaudah gapapa kok. Kalau gitu gue balik ke kelas dulu"Mentari berdiri setelah tersenyum kearah Raja, pria itu tersenyum tipis pada Mentari
"Mmm Tar, besok berangkat sekolah bareng gue"
Mentari mengangguk setelah mendengar itu. Gadis itu kembali menghampiri Naya dengan senyum mengembangnya
Naya tersenyum menggoda Mentari "ada yang berbunga-bunga nih"
"Nay" Mentari memelototi Naya dengan mata bulatnya
"Okey, ya udah balik kelas yuk" balas Naya masih menahan senyumnya
Mentari dan Naya pada akhirnya berjalan meninggalkan kantin, Mentari sempat melirik Raja sekilas
"Naya!" merasa dipanggil Naya menoleh ke arah belakang dimana Deril sudah berdiri dibelakang Naya dan Mentari
"Hai kak" sapa Naya ramah pada Deril
"Hay Tar" sapa Deril saat melihat Mentari
"Hai calon pacar Naya" balas Mentari tersenyum lebar
Deril hanya terkekeh sementara Naya ingin sekali menjadikan Mentari umpan buaya saat ini juga
"Oh ya, gue mau ngajak lo nonton. Film yang lo tunggu. Yang ada Harry Styles nya. Mau kan?" goda Deril
"Kapan kak?" tanya Naya antusias
"Mmm nanti malam, bisa?" tanya Deril sambil menaikkan sebelah alisnya
"Bisa kok kak"Naya tersenyum antusias
"oke. Jam tujuh malam gue jemput"Deril berjalan menjauh dari Naya dan Mentari
"Ada yang bakal ngedate nih" goda Mentari membuat Naya mencubit pinggang Mentari kuat
"Aduhhh Nay sakit" pekik Mentari
"Ehh sorry Tar" Naya meringis
"Gapapa" belas Mentari
Ipong mengepalkkan tangannya kuat. Sudah berapa lama ia menahan sakit sendiri, cemburu, rindu semuanya karena perasaan kecewa pada Naya yang lebih mendominasi
Cowok dengan nama asli Arayhan Shakiel itu tak akan jatuh pada lubang yang sama. Maka lebih baik ia diam menikmati rasa sayangnya pada Kanaya.
Tbc...
Namanya Ipong nama aslinya Arayhan Shakiel. Gila ini authornya s***p kali yakkk wkwk