CHAPTER 17 : TARIAN TRIPLET

1300 Kata

Alya memukul-mukul lengan Gema yang menempelinya bagai perangko, bahkan selalu mencoba menggenggam telapak tangannya. Dia sedang dalam mode marah, tapi si pembawa payung tak gentar mengejarnya. "Sana geser, sempit tau!" Alya mendorong lengan Gema. "Memang di angkot harus mepet-mepet, Al." Gema beralasan agar bisa terus menempeli Alya. "Tapi, di samping Mas masih kosong." "Ya, itu buat penumpang lain." Alya kesal, dia memilih diam daripada harus berdebat, energinya sudah habis untuk memukuli Gema. Bisakah dia sedikit dramatis ketika tahu papa kandung dari putri-putrinya. Ini justru ditempeli terus oleh jin payung. Penumpang di sana hanya tersenyum melihat tontonan gratis yang menggemaskan itu, bahkan ada yang sambil ngemil kripik kentang asli. "Berhenti, Bang!" Alya akan turu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN