CHAPTER 18 : ANNA HILANG

1166 Kata

Pukul lima sore Gema memutuskan untuk pulang. Pekerjanya tadi sudah mengantarkan mobil, tentu dengan dompetnya yang tertinggal. Ada makanan juga yang dibawa untuk Alya, Triplet, Ratih, dan Anna. Namun, Anna belum terlihat batang hidungnya sampai sekarang. Biasanya jika tidak ada perkuliahan dia langsung pulang. Anna itu mahasiswa kupu-kupu kuliah pulang-kuliah pulang, apalagi saat ini hanya tinggal skripsi dan mata kuliah pilihan. "Ini, Al." Gema mengeluarkan lima ratus ribu di dompetnya. Alya sebenarnya malas untuk mengambil, tapi dia tidak mau berdebat. "Kamu ada tabungan, biar nanti aku transfer." "Aku enggak punya tabungan," jawab Alya jujur, biaya kebutuhan hidup dia dan Triplet saja dari Anna dan Ratih, dia hanya dapat gaji dari bantu-bantu hajatan. Gema merasa sangat bersa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN