Suasana kamar tidur Rafkan dan Alifa hening, lampu utama sudah di padamkan. Tinggal satu lampu tidur di atas nakas yang terletak di samping Rafkan. Sementara lampu tidur sebelah Alifa tidak di nyalakan sama sekali sedari tadi. Jam telah menunjukkan pukul 23:10 WIB. Namun keduanya sama sekali belum bisa memejamkan mata. Banyak hal yang membebani pikiran mereka berdua. Rafkan yang merasa bersalah atas apa yang telah di ucapkannya pada sang istri, ia tak menyangka bahwa Alifa akan semarah itu, saat dirinya mengatakan hal yang menurutnya wajar, jika jadi pembicaraan di antara pasangan yang sudah menikah. Begitu pun dengan apa yang Alifa rasakan saat ini. Ada bagian yang begitu perih di lubuk hatinya, ketika mendengar penuturan Rafkan. Alifa merasa ada pergerakkan di ranjangnya, suara langk

