Entah Bukan, atau tidak akan

1388 Kata

Mobil Rafkan memasuki pekarangan rumah orang tuanya. Ia memarkir mobil bersisian dengan pajero sport hitam milik Rafli, mobil papinya masih belum terlihat. Sepertinya masih di kantor atau masih ada urusan di luar. Rafkan masuk ke dalam rumah, tanpa memencet bel. Ia juga mengucapkan salam dengan suara pelan. Sangat pelan, nyaris tak terdengar. Rafkan melihat maminya sedang bersantai di sofa, sembari melihat-lihat katalog baju muslimah terbaru karya Dian pelangi. Mendengar langkah kaki, Desti mengangkat kepalanya. "Loh, Raf.. kamu ternyata."  Rafkan duduk di samping Maminya, menyandarkan punggung yang rasa pegalnya sudah tak terdeskripsikan lagi. Matanya ia pejamkan untuk melepas rasa lelah dan segala hal yang terasa berat di kepalanya. "Kamu kayaknya capek banget, Raf." "Iya Mi," sah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN