Pagi-pagi sekali Rumah Desti dan Randi sudah ramai, karena semua penghuni yang berkumpul di ruang tengah. Mereka sibuk membujuk Yasna yang terus-terusan menangis. Sejak dirinya terbangun, pukul lima. Sampai sekarang sudah pukul setengah tujuh, hampir jam tujuh. Mereka masih sama-sama membujuk Yasna agar tangisnya reda. Tidak ada satu orang pun dari mereka yang beranjak meninggalkan Yasna, semua orang masih belum bersiap pergi ke kantor, bahkan mereka semua melewatkan sarapannya. Tangisan Yasna belum juga reda, ia berada di pangkuan Rafkan, di samping kiri terdapat Mami Desti yang tak henti-hentinya mengusap-usap kepala Yasna. Di samping kanannya Papi Randi melakukan hal yang tak jauh beda dari Mami Desti, hanya saja mengusap-usap kaki Yasna. Dan di belakang mereka, Rafli berdiri dan tak h

