Akhir

1695 Kata

Alifa memutar langkahnya, berjalan dengan cepat. Meninggalkan Rafkan dengan perempuan di sampingnya. Melihat Alifa yang semakin menjauh, Rafkan tak tinggal diam. Ia mengejar langkah istrinya. "Lifa tunggu," Alifa semakin mempercepat langkahnya, mengetahui Rafkan terus mengikuti di belakangnya. Entah efek dari rasa sakit hati atau bagaimana. Alifa berjalan begitu cepat, ia sudah sedikit berlari. Dan Rafkan yang notabenenya laki-laki, agak kesulitan untuk mengejar langkah Alifa. Bersamaan dengan langkahnya yang cepat, air matanya berjatuhan.  Jika menyangkut pembicaraan mereka di malam itu, Alifa masih bisa menahan air matanya. Namun kali ini Rasanya sangat sakit, air matanya sudah tak terbendung lagi. "Lifa tunggu," Sebesar-besarnya tenaga perempuan, pada akhirnya akan tetap kalah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN