Dia mengulurkan sesuatu padaku. Aku menatap benda di tangannya. Pelan aku menerima. Sebuah foto lama yang menampilkan lima orang di sana. Dua anak laki-laki, seorang laki-laki dewasa, serta dua orang wanita dewasa. Seorang wanita di antaranya terlihat duduk lemah di atas tempat tidur dengan wajah terlihat pucat. Mungkin dia sakit. Keempat orang lainnya mengelilingi dia. Aku mengerutkan kening. Aku mengenal salah seorang wanita yang terlihat sehat. Mama. Aku pernah melihat foto Mama saat muda dulu–persis seperti yang ada di foto ini. “Ini, anak itu.” Angga menunjuk salah seorang anak yang terlihat lebih besar. “Kamu?” tanyaku seketika. Dia mengangguk lemah. “Kamu pasti bisa menebak siapa anak yang satunya lagi," sambungnya kemudian. “Mas Aerul.” Aku menjawab dengan penuh keyakinan.

