Setelah sembuh, akhirnya Mas Aerul mengalah pada Mama. Kami tinggal di rumah Mama untuk sementara sampai adik Kinan terlahir. Mama ingin memastikan aku tidak sendirian bila sewaktu-waktu tanda-tanda kelahiran itu tiba. Dia juga mengeluhkan tidak ingin meninggalkan Angga seorang diri di rumah ini. Bagiku tidak masalah tinggal di mana saja. Lagi pula jika di rumah sendiri, aku hanya berdua saja dengan Kinan. Selain itu aku juga tidak memiliki masalah pertikaian atau perbedaan pendapat dengan ibu mertua–seperti hal yang sering kami dengar di luaran sana. Justru perbedaan pendapat itu sering terjadi antara Mas Aerul dan Mama. Dan kalian pasti tahu siapa pemenangnya. Binar. Gadis itu akhirnya juga tinggal di rumah kami untuk sementara waktu. Beberapa kali berkesempatan untuk bersama, dia sea

