Monica menggerutu mendengarnya. “Menyingkirlah dari tempat tidurku, Kris!” Dengan sekuat tenaganya Monica mendorong Kris, sehingga suaminya itu jatuh terguling ke lantai. Sampai menimbulkan bunyi berdebum yang nyaring. Kris bangun dari jatuhnya di lantai, sambil memijat lengannya yang terasa sakit. Ia berdiri mencakung di samping ranjang. Hilang sudah kantuknya, berganti dengan amarah yang ia tujukan kepada Monica. Dengan berkacak pinggang dan mata melotot Kris berkata, “Apakah kamu tidak bisa menghargai saya, sebagai suamimu sedikit saja? Saya ini sudah lelah pulang bekerja dan besok saya masuk kuliah pagi!” Monica menelan ludah dengan sukar, ia sedikit takut melihat tatapan mata Kris yang galak. Namun, ia tidak akan membiarkan Kris membuatnya merasa bersalah. “Kamu yang salah! Buka
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


