“Bagusnya…” puji kak Iin begitu melihat kamar baru kami. Aku tertawa. “Dit, ini sih mama bisa cepat punya cucu” komen kak iin lagi. Kali ini Radit ikutan tertawa sepertiku. Gimana cara cepat punya cucu, kalo kalian ke sini dan menjeda kegiatan membuat dede. Jaga mulut Dis, ada abang bangkemu yang sibuk memeriksa semua bagian kamar. “Biasa amat gini designnya, buatan Noni gue pasti lebih bagus ya Dit?” komen bang Nino. Papa dan mamaku kali ini yang tertawa. “Noni siapa No?” tanya kak Iin. “Calon istriku kak, keceh badai, ratu kak, kalah deh Kate Middleton mah” jawab bang Nino bangga seperti biasanya. “Calon istri?, gak usah halu!!” omel mama. Aku dan Radit tertawa melihat mama mulai sewot soal ini pada bang Nino. “Jadi mama bukan doakan bujangnya cepat laku trus dapat bidadari, ma

