122. Uang

2915 Kata

Aku sudah bersorak girang waktu pagi datang dan datang bulanku selesai. Asyik nih bisa menjajal ranjang hadiah bang Reno supaya bergoyang. Pikiranku sudah sekotor itu semenjak menikah. Setelah mandi lalu memakai baju, aku mencari Radit yang pamit membeli sarapan. “SAYANG!!” panggilku keluar kamar. Suaraku sampai bergema ke seluruh rumah karena kondisi ruangan yang kosong melompong. “AKU DI DAPUR!!” jerit Radit. Buru buru aku susul dan menemukannya sedang menyesap kopi di gelas kertas khas minimarket. “Kamu beneran jalan ke depan cari sarapan?” tanyaku. Dia mengangguk sambil memberikan kopi bagianku. Dan ada bungkusan plastic minimarket berisi roti dan air mineral. “Duduk dimana ya?” tanyanya. Aku tertawa lalu duduk di lantai bersadar pada meja dapur beton. Radit tertawa lalu menir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN