Apa ada yang berubah dari Radit setelah dia jadi COO perusahaan papaku?. Jawabannya tidak ada. Dia tetap berbagi ruangan dengan pak Yudha, dan tetap pulang pergi kerja dengan motor kesayangannya, termasuk jemput aku kerja, atau antar aku pulang, kalo dia sedang sempat. Kami tetap makan siang di kantin kantor, dan baru makan di restoran kalo habis Radit gajian, sama seperti sebelum dia jadi COO. “Pak Radit…selamat ya…cie bu Adis….” ledek karyawati kantor saat kami berniat makan siang di kantin kantor. Aku dan Radit paling hanya tertawa. “Pak traktir kali, masa diam diam aja, PJ ini, dari jadian gak ada pajak jadian” ejek yang lain. Riuhlah suasana kantin kantor. “Gorengan aja ya!!, kapan saya halalin bu Adis, kalo mesti traktir semua” jawab Radit. Tawa terbahak terdengar. “Minum bole

