107. Pencerahan

2920 Kata

Aku diam, karena Radit diam sepanjang jalan menuju kantor. Aku bingung harus memulai obrolan apa, dengan Radit yang diam saja, walaupun menurut membawa mobil barunya ke kantor. “Kamu diam aja, tadi perasaan aku, kamu happy” komen Radit akhirnya bersuara. Aku tertawa. “Kamu diam aja juga, masa aku ngomong sendiri” jawabku sambil membuka safetybeltku. Radit tertawa lalu turun dari mobil untuk membukakan pintu mobilku. Hanya itu setelah itu kami diam lagi masuk loby kantor. Seperti biasa kami menjawab sapaan karyawan lain, lalu masuk lift dan masih diam. “Need talk?” tanyaku tak tahan juga begitu lift terbuka di lantai ruanganku. “Aku ada kerjaan, nanti ya Yang” jawabnya lalu mundur masuk lift lagi untuk turun ke ruangannya. Aku menghela nafas. Aku harus gimana?. Di bilang kaget, aku j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN