“Dis…are you okey?” tegur mama saat aku bergabung untuk makan malam dengan keadaan lesu. “Cape doang mah” jawabku lalu pura pura menyibukan diri dengan mengambil makananku. “Si Didit kemana?, hari sabtu gini gak ngapel?” tegur bang Nino. Malas bagian ini, aku diam aja. “Tadi mereka habis ketemu WO, gimana hasilnya Dis?” tanya mama lagi. “Sudah ketemukan gedungnya?” tanya papa ikutan. Gimana aku cerita ya?. Mana mungkin cerita yang sebenarnya. “Bisa bahas soal ini nanti gak?, aku cape banget” jawabku. Mereka saling menatap dan aku abaikan, aku hanya ingin buru buru selesai makan lalu masuk kamar lagi. Entah di kamar aku mau apa. Menangis pun tidak ada guna, aku sudah kenyang menangis. Radit juga tidak ada menghubungiku. Boro boro tanya apa aku sampai rumah dengan selamat atau tidak.

