113. Menyerah

2743 Kata

“Yang…kok gak dandan seperti kemarin lagi?” tanya Radit saat menjemputku kerja di hari selanjutnya. Aku tertawa. “Nanti aku banyak yang naksir, kamu repot” jawabku. Gantian Radit tertawa. “Ya udah gini aja deh, tetap cantik kok” jawabku lalu mencium pipiku. “Eit!!, kenapa jadi suka cium cium aku” protesku. Dia tertawa lagi. “Kenapa sih?, kan udah jadi calon istri” jawabnya lalu menyalakan mesin mobil lalu kami berlalu dari rumahku. “Kalo udah jadi istri beneran?” tanyaku. “Kok nanya gitu sih Yang?, pasti lebih dari ciumanlah” jawabnya. Nah ini yang buat aku tertarik, jadi aku bergesar duduk sampai bisa menghadapnya yang konsen nyetir mobil. “Dit kamu emang bisa, eh salah, ngerti caranya bikin dede?” tanyaku. Radit sontak terbahak. “Kok ketawa, aku serius tanya juga” protesku l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN