Jodoh memang tidak akan salah alamat. Ketika memang sudah waktunya bersatu, sejauh mana kaki melangkah keduanya pasti akan tetap bertemu. Cuaca di luar sangat buruk. Hujan deras tiba-tiba saja mengguyur saat perjalanan pulang. Untungnya aku sudah tiba di rumah sebelum hujan semakin deras. "Kamu baru pulang, Zi?" Aku terhenyak mendengar suara Mama. "Iya, Ma." "Mama telpon, tapi tidak bisa." Mama telepon? Segera saja aku mengecek ponsel dari dalam tas; ternyata baterainya habis, jelas saja tidak bisa dihubungi. "Baterainya habis, Ma," jawabku menunjukkan ponsel yang mati. Mama terlihat mengantuk. Pasti dia tadi sudah tidur.dan terbangun. "Mama, tidur saja lagi. Zizi, juga mau istirahat." Kepalanya mengangguk, kemudian kembali ke kamar. Pun denganku. Setelah sampai kamar, yang perta

