Saat telinga manusia tidak mau lagi mendengar kita bercerita. Allah selalu bersedia mendengar setiap keluh kesah hamba-Nya. *** Siang ini aku pergi; sendiri, tanpa ditemani siapa pun. Mama ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Sejak satu setengah tahun yang lalu, aku aktif mengikuti kajian rutin setiap hari Rabu. Dimulai pukul setengah sebelas sampai sebelum azan Zuhur. Tempat ini menjadi saksi seperti apa sulitnya aku menjalani hidup. Pertama kali datang dengan perasaan terluka, hancur dan terpuruk; merasa tak satu pun dari mereka mau memahami. Seorang tua renta saat itu menuntun dan mengajakku ke tempat ini. Katanya, 'tidak ada tempat ternyaman untuk mengadu, selain kepada-Nya.' Di masjid ini, saat itu aku mengadukan segalanya; mengatakan segala yang tidak mau manusia lain dengar.

