Sayap-sayap Patah

1416 Kata

Allah selalu memiliki tujuan dalam setiap ketentuan-Nya. Tetaplah percaya, jika takdir yang telah Allah tetapkan tidak pernah salah. *** Malam belum begitu larut. Masih pukul 19.50 WIB dan aku baru saja selesai melaksanakan salat Isya dengan mukena yang masih lengkap membalut tubuh. Rasanya berat untuk beranjak dari tempat sujud ini. Tubuhku bergerak menurun; berbaring di atas sajadah dengan menjadikan tangan sebagai bantalnya. Perlahan aku memejamkan mata. Sesaat kemudian mataku kembali terbuka. Sekelebat bayangan tentang Reno dan Melisa tiba-tiba menyapa. Rasa perih kembali menghujani hatiku. Masih saja hati ini berat untuk menerima kenyataan bahwa dia bukanlah takdir yang Allah siapkan untukku. "Zi!" Suara Kak Prita tiba-tiba terdengar memanggil. Lekas aku bangkit dan persilakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN