Sejak semalam, Max tak beranjak dari ruang perawatan Hanna. Max benar-benar tak ingin kehilangan jejak Hanna lagi. Dia menyuruh pesuruhnya untuk membelikan sarapan untuknya berupa beberapa menu junkfood. Sementara Hanna bubur yang disediakan oleh suster. Jujur saja, Hanna tak nyaman ada Max seperti ini. Hanna merasa sangat diawasi. Tapi sisi positifnya, sejak semalam dia tahu kalau Hanna tengah mengandung anaknya, Max tak berekasi apa-apa. Entah dia senang atau marah, entahlah, Hanna harap Max akan memberinya kesempatan untuk melahirkan anaknya dengan selamat ke dunia. "Terima kasih, Sus!" kata Hanna saat Suster itu meletakkan tray berisi sarapan Hanna berupa bubur dengan segala kondimennya beserta buah-buahan. "Sama-sama," jawab Sang Suster. "Ngomong-ngomong, kapan saya bisa pul

