Kabar Buruk

1908 Kata

Oke Hanna, mari kita menikah!" Hanna speechless, bahkan serasa mimpi saat mendengar jawaban kejutan dari si tuan muda arogan itu. "Jadi ... kamu mau menikahi saya?" yakinkan Hanna. "Ya, kita akan menikah diam-diam!" tambah Max. Hanna tak peduli, apapun nama pernikahannya nanti yang penting Hanna menikah sah di mata hukum dan agama dengan begitu ia tak akan ragu lagi melayani Max. "Oke, Tuan! Terima kasih banyak, terima kasih atas kemurahan hatimu! Saya janji, saya akan menjaga diri agar orang-orang di sekitarmu tak akan sampai mengenali saya sebagai istri kamu! Saya akan jadi istri yang tersembunyi!" kata Hanna. Ini lah memang yang Max sukai dari Hanna. Hanna adalah orang yang flexible. Hanna memang tak meminta hal-hal yang muluk-muluk padanya, Hanna hanya menginginkan anaknya te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN