Kebiasaan yang jarang sekali hilang dalam kehidupan Re-Na semenjak debut adalah rindu rumahnya yang hangat. Dulu ayahnya selalu menyiapkan sarapan sebelum berangkat kuliah. Masa-masa itu adalah paling menyenangkan. Bahkan, sampai sekarang masih sering dibayangkan oleh Re-Na. Dulu ayahnya yang selalu protective menanyakan Re-Na setiap kali jam waktu pulang kuliah. Meskipun terkesan dingin. Ayahnya adalah sosok terhangat yang dimilikinya. Walaupun ia tidak mengingat wajah ibunya, jauh di lubuk hati Re-Na sangat merindukannya. Ada sudut yang memerlukan kasih sayang seorang ibu. Saat ini Re-Na sedang berdiri di depan rumah berlantai dua di daerah Seoul. Lebih tepatnya Jongno. Rumah berlantai dua dengan cat dinding cokelat dan kayu jati sebagai penopangnya. Halaman rumahnya meskipun tidak luas

