Re-Na terbangun karena mendengar dengkuran pelan dari pria yang tidur bersebelahan dengannya. Matanya masih tertutup. Rasanya ia tertidur lelap. Ia tidak menyangka kalau Chan-Hoo akan kembali ke sisinya dan tidak salah paham lagi. Walaupun tahu kalau hal ini menandakan Re-Na merebutnya dari Ha-Ni. Ya, dari awal pun memang begitu. Rasanya ada sedikit perasaan bersalah. Namun, sekali lagi. Re-Na tidak pernah menggoda Chan-Hoo. Ia yang datang begitu saja ke apartemen Re-Na. Meminta untuk kembali merajut cinta yang dulu begitu indah. Karena masih mempunyai perasaan itu, tentu saja Re-Na tidak bisa menolaknya. Ia mengamati wajah Chan-Hoo. Hidungnya yang mancung, bibirnya merah padam dan tipis serta rambutnya yang hitam tebal. Dulu mereka tidak pernah melewatkan waktu sampai pagi menjelang. S

