38. The Dark Side

1993 Kata

“Boleh Ibu ikut dengan Abang?” tanya Diah ragu-ragu sambil memilin jemari di pangkuannya. Seto terenyuh mendengar pertanyaan ibunya, lalu menyamarkannya dengan kekehan lembut. “Tentu saja boleh, Bu. Masa enggak?” “Abang nggak marah dengan Ibu?” “Kenapa Abang harus marah?” “Ibu sudah ikut menelantarkan Abang.” “Bu,” Seto meraih tangan ibunya. “Umur delapan belas tahun sudah tergolong dewasa. Laki-laki sudah pandai bertahan hidup, bahkan banyak yang usianya jauh lebih muda tetap bisa hidup tanpa orang tua. Lagipula, itu adalah buah kesalahan Abang sendiri.” “Ibu takut merepotkan, Nak.” “Enggak, kok.” Diah meringis. Pikirannya melayang pada Luna. Ia tahu, tak ada yang lebih nyaman bagi seorang perempuan melainkan membangun rumah tangga bersama sang suami saja, tanpa direcoki oleh ora

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN