“You only live once, and the way I live, once is enough.” — Frank Sinatra “Lima butir tidak akan membuatmu mati.” “Tidak usah berlebihan, sok merasa paling teraniaya sampai mau mati segala. Masih banyak yang hidupnya jauh lebih susah darimu!” “Diamlah! Jangan sok tahu!” “Kau tak tahu caranya bersyukur? Dasar kurang iman!” “Sadar, Na, istigfar.” “Istigfar? Apakah itu sejenis mantra yang bisa membuatnya lebih baik? Dia sudah lelah.” “Hidupmu tak berguna. Sudahlah, mati saja!” “Lima butir sudah cukup, kan?” “Huh, paling-paling kau hanya pingsan!” “Manusia lemah!” “Menurutmu berapa yang harus dia minum agar dia cepat mati?” “Habiskan saja seluruh isinya.” Suara-suara itu seperti perdebatan para panglima perang di hadapan sang baginda ratu. Setiap suara memiliki pendapatnya sendiri

